Ibu Hj. IRohani, S.Pd bersama murid kelas III melakukan pengumpulan gelas air mineral
Daur ulang adalah proses untuk
menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah
adanya sampah yang
sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku
yang baru, mengurangi penggunaan energi,
mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika
dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu
strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan,
pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas
pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam
proses hierarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle,
and Replace).
Material yang bisa didaur
ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil,
dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses
pembuatan kompos yang
umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak
dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada
sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan
kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan
sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan material baru untuk proses
produksi.
Pada pemahaman yang
terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang
aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan
kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas
harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal
ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan
dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali
material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah
ekstraksi material berharga dari sampah, seperti emas dari
prosesor komputer, timah hitam dari baterai,
atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan,
seperti merkuri.
Daur ulang adalah sesuatu
yang luar biasa yang bisa didapatkan dari sampah. Proses daur ulang aluminium dapat
menghemat 95% energi dan
mengurangi polusi udara sebanyak 95% jika dibandingkan
dengan ekstraksi aluminium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan
yang cukup besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam,
kaca, dan plastik.
Sumber Dari Wikipedia
bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
https://id.wikipedia.org/wiki/Daur_ulang

